.:: island of the gods, day 7 ::.
7th day, another tour. this time, we were heading to ubud, to museum puri lukisan to be exact. the place was small but serene and quite pretty. i personally thought it wasn’t worth the 40k entrance fee, but balinese paintings lover might think differently
i spent only a good fifteen minutes inside the museum and started walking alongside the pavement, in hope for visiting the many interesting shops in the area, but said shops were located +/- 1 km from the museum, which we couldn’t reach within the half hour we had.
our second destination was tampak siring. another beautiful place in bali. i wonder why the sky was so blue in bali. we also went inside pura tirta empul, where i should wear a sarong coz i was wearing a knee-length dress.
what i love most about this place was the market. there were just things i couldn’t find at sukawati and kuta art market. like those pretty batik skirt. bad news was, we were only given 20 minutes to do our shopping, and i had only the chance to buy one purple skirt. i still wanted to buy the black one i spotted in other shops but i just didn’t have the time
.:: island of the gods, day 6 ::.
have just realized that i haven’t finished the bali “series” so here it is..
*not in the mood for too many words though so i’ll keep it short..
we didn’t do too many interesting things on day six.. joined the denpasar sight seeing tour, and it turned out blah. we visited bali arts festival *can’t remember the venue, but it was quite beautiful, the sky was blue, traditional buildings were everywhere, and the trees put just the perfect touch to the setting. there weren’t much items that piqued my interest, so i only ended up with a jar of traditional body scrub and a jar of body butter.
our next destination was pasar kumbarsari. the place was jam-packed with a lot of artsy stuff, so if you’re looking for some art pieces ( with a friendly price ) this might be the place for you. i bought some artsy stuff at quite a low price, i saw the same stuff being offered in kuta for twice as much!
i didn’t take any pictures at the art market, the pictures below were all from bali arts festival.
we had lunch at warung wardana *not the famous wardani* the food was so-so..
i don’t really like nasi bali in the first place
after the tour, we got back to the hotel and lazed and dozed for quite some time before headed to the hotel grounds. i still couldn’t believe i postponed the visit until last minute. it was simply marvelous. it was serene and the view was magnificent.
had dinner at jimbaran. teba cafe wasn’t our first choice, the first one being menega, which was overcrowded that we couldn’t get a seat. so we moved to the adjacent restaurant, teba cafe, and ordered some food. the food was good, but mostly because it was fresh, the spices were not too special. we were given very little chilli sauce that i had to ask for more. received a bowl of sauce, but still it wasn’t enough. it wasn’t spicy at all!
.:: island of the gods, day 5 ::.
hari kelima, bener-bener ga tau ada activity apa aja yang disiapin buat kita. yang gue tau, kita harus ke green school buat gathering. gue kira, paginya kita bakal ke gunung batur buat nyambut my sis dan colleagues yang mountain biking, ternyata kita langsung menuju green school di daerah ubud. sekolah ini bener-bener unik banget. awalnya gue kira, green school ini cuma sekolah seni atau summer camp gitu. ternyata sekolah beneran, malah sekolah internasional. green school ini letaknya di bukit gitu yang luasnya entah berapa hektar, jadi dari gerbang masuk, kita harus hiking gitu sampe ke atas, tempat makan siang disajiin! lumayan olahraga juga ye… tapi ya bisa sambil liat-liat kelas-kelas dan bangunan-bangunan unik juga. semua bangunan di green school ini dibuat dari bambu. lantai, tiang, tangga, atap semua dari bambu (selain itu ada beberapa bagian yang dibangun pake batu juga sih, tapi sebagian besar bambu) go green banget. jadi di sekolah ini, murid-muridnya ga cuma diajarin pelajaran seperti normalnya kita dulu di bangku sekolah, tapi juga diajarin supaya mencintai alam. walau begitu, jangan mengira kalo bangunannya kecil dan sederhana. bangunan-bangunan semi outdoor disini besar dan luas, bahkan ada yang bertingkat dua. ukuran bambunya juga gede banget! tiang bambu terbesar yang pernah gue liat. ga terpikir sebelumnya kalo bambu itu bisa dibuat kaya gitu
entering green school
makan siang disajikan di aula luas yang dikelilingi tembok batu sebagai tempat duduk. menu nasi bali, dan honestly gue ga terlalu cocok sama makanan asli bali hehe.. masih enak juga masakan jawa
selesai makan siang, ternyata udah disiapin beberapa aktivitas, organic chocolate class, merakit maket dan menanam padi. i was, of course, most excited, with the organic chocolate class. kelas membuat coklat ini ga seperti kelas coklat pada umumnya, dimana kita tinggal cairin coklat blok yang mudah ditemukan di supermarket. tapi bener-bener proses membuat coklat dari buah coklat. yah ada sih beberapa step yang di skip, karena ga mungkin ditunggu, seperti jemur dan manggang biji coklat yang tentunya makan waktu berjam-jam
di salah satu meja, udah disiapin setumpuk buah coklat dan batang-batang kayu buat eksperimen. lucunya, ada beberapa peserta yang singaporean. trus mereka amazed gitu liat buah coklat. wow i’ve never seen a real cocoa bean..
coklat organik dalam pembuatannya ini ga boleh kena metal sama sekali. jadi buat mecah buah coklat ini juga harus pake batang kayu, ga boleh pake pisau. caranya, diketok-ketok aja sampe kebelah. seru juga buat melepas emosi
setelah dibelah keliatan deh segumpal biji coklat yang ternyata berlendir dan warna putih. justru kalo warnanya coklat itu berarti jelek!
cocoa beans
hooray i did it!
setelah itu, dijelasin aneka step mengolah coklat dan produk jadinya. coklat abis dijemur, dipanggang, ditumbuk dan yang udah diolah jadi cocoa butter.
kita dikasi sedikit biji coklat yang udah dipanggang, dan langkah pertama yang harus kita lakuin yaitu ngupas kulitnya. ternyata membuat coklat ga gampang. dan ga semua biji coklat itu gampang dikupas.
abis dikupas, selanjutnya, biji coklat ini harus ditumbuk pake alu dan lumpang. awalnya emang hasilnya jadi bubuk coklat gitu. lama-lama karena kena panas tumbukan, jadi ngegumpal jadi kaya pasta gitu. eeewww.. tapi ternyata tetep bisa diolah
proses numbuk ini, supaya bener-bener halus coklatnya, ternyata susah banget! menguras energi banget..
setelah jadi pasta, selanjutnya coklat dimasak, dicampur gula aren dan cocoa butter yang udah dicairin baru deh siap dicetak. sayang ternyata hasil tumbukan kita masih kurang halus jadi rada berpasir gitu. coklat yang udah didinginkan itu disajiin setelah makan malem. rasanya beda banget sama coklat yang biasa dijual di toko. kata mbaknya, karena coklat organik ini ga dibuang fat nya. or something like that
pertama gigit, berasa banget bedanya. dan coklat organik ini ga bisa dibilang enak sih, kalo mau jujur. hihi.. setelah beberapa gigitan dan terbiasa sama rasanya, baru berasa lumayan enak.
kelas coklat selesai, masih ada dua “kelas” lainnya. next, kelas membuat maket. lebih tepatnya sih lomba. sayang ga dikasih hadiah. padahal sebelum mulai udah diiming-imingi hadiah, ternyata ga ada tuh.. kecewa deh hahaha… dikasih waktu 30 menit buat ngerakit rumah-rumahan, pake lidi, gunting, cutter, dan lem tembak. kalo ga kreatif susah ya bo!
kelas terakhir yaitu kelas menanam padi. dijelasin sedikit tentang padi bali yang katanya bisa tumbuh sampe setengah meter, trus harusnya sih kita turun langsung ke sawah buat nanem padi. yah of course gue nonton aja. thanks, but no thanks
padi bali
selesai menanam padi, kita harus mendaki tangga batu balik ke atas buat acara selanjutnya. nah di saat-saat ini, mulai deh para mountain bikers balik kandang. tapi pas gue lagi naik tangga itu, ga ada orang-orang itu kecuali gue dan para peserta kelas. lucunya, pas kita nongol di satu belokan, keliatan gazebo di atas bukit, dan ada beberapa orang yang pake topi lebar dah kaya sombrero gitu langsung dengan sigap angkat gitar, dan mulai nyanyi.. weeeeeee are the champioooooon my frieeeeeeend.. weeeeeeee keep on fiiiiighting til the eeeeeeeeeend… jadi malu. saya bukan peserta sepeda pak
sore itu, kita duduk mengelilingi kolam lumpur dan nonton tarian-tarian yang dibawain sama beberapa balinese murid green school. selain itu juga ada peserta anak-anak yang siangnya dah diajarin kecak, dan disuruh bawain juga, di kolam lumpur itu juga. bayangin anak-anak kota semua disuru nyebur ke lumpur. ada yang asik-asik aja, ada yang ga berani nyemplung, ada yang ga mau rebahan di lumpur
abis tari-tarian selesai, early dinner di lapangan luas yang udah ditata dengan meja-meja bundar bertaplak putih. it was a magnificent view, bulan yang dah nongol di langit yang masih biru terang, lapangan yang dikelilingi pohon-pohon kelapa yang tinggi, dan semburat pink orange matahari yang nyaris tenggelam.
*didn’t take photos during dinner. but i’ll try to find some from my sis’ friends’ collection
.:: island of the gods, day 4 ::.
hari keempat. sebelumnya dari jakarta udah daftar untuk ikut tur seminyak shopping & high tea. tapi berhubung mulainya siang, akhirnya gue daftar batik workshop di bin house. bukan cuma karena ada waktu luang, tapi karena gue penasaran dan semangat banget terutama pas denger yang ngajar obin herself! semula jadwal dipatok jam sembilan. ternyata mbak dari smailing tournya salah info. harusnya jam 9 udah sampe di tempat obin di daerah umalas. untung aja pagi itu gue udah sarapan kilat, malah masih sempet duduk-duduk dulu sebelum berangkat.
ternyata workshopnya diadakan di rumah obin sendiri. supirnya sempet rada kesulitan nyari nomer rumahnya yang loncat-loncat, tapi akhirnya ketemu juga. rumahnya homey banget.. di teras dalam dah disiapin tiker dan dengklek, mengelilingi malam dan seperangkat canting.
one of the batik being displayed
obin’s house
pertama-tama disuguhi ice lemon tea, trus kita duduk mengelilingi tante obin yang menjelaskan sejarah dan teknik batik. juga dikasih liat dan pegang koleksi batik tua, dari yang dah berumur 100 tahun sampe karya-karya batik obin, batik di atas aneka kain tenun, sampe karyanya yang terbaru setelah research selama 9 tahun, yaitu batik di atas kain wol. she was so nice, humble, and very passionate about her work. really admiring.
abis dijelasin tentang batik secara umum dan teknik membatik, kita dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan dibimbing asisten buat membatik. pertama dikasih kain polos, disuruh gambar. errr… am not really good at drawing. untungnya ada alternatif lain. ada kain yang sebagian dah digambar dan dililin. gue tinggal tambahin di bagian yang kosong. haha.. akhirnya ya gambar-gambar dikit.. selanjutnya proses ngelilin. kalo ngeliat mbak nya, keliatannya gampang banget. padahal asli susah banget. belum lagi lilinnya panas
obin’s assistant doing her thing
in action
selesai melilin, selanjutnya proses pewarnaan. kalo ini sih kita cuma request warna, selanjutnya nonton aja kain diwarnai dan direbus, buat ngelepas lilin nya. abis itu dijemur deh..
setelah workshop selesai, bus meluncur ke daerah seminyak untuk makan siang, tepatnya di waroeng made. gue baru sekali nih ke waroeng made yang disini. ternyata suasananya jauh lebih enak daripada yang di kuta. plus ada butik -butik dan periplus yang bisa diliat-liat sembari nunggu pesenan. udah pesen makanan, tapi akhirnya dibungkus ga jadi makan karena porsinya gede banget ^_^ ngicip punya mom aja.. rasanya lebih mendingan daripada waktu sebelumnya gue ke waroeng made. tapi ya tetep aja masih dalam standar std..
lemon squash @ waroeng made
karena udah di seminyak, akhirnya ya jalan-jalan dulu di butik-butik sekitar situ sambil nungguin mobil tour dateng. ga menarik! trotoar sempit, mobil lalu lalang rame banget, berdebu.. jadi capek karena polusi, bukan karena puas jalan-jalan. setengah empat akhirnya balik ke tempat mobil tour nangkring, yaitu di belakang supermarket bintang, dan ternyata supirnya lagi missing in action. jadi duduk-duduk dulu di kafe es krim di deket situ, delicioso.
tiramisu gelato
setelah akhirnya supir, tour guide dan peserta tur lainnya terkumpul, kita langsung menuju biku buat high tea. love love love love the atmosphere. kuno dan tradisional banget, meja-meja kayu yang ga seragam dan antik-antik, plus yang paling gue naksir itu chinaware nya. cantik banget! sampe pengen dibawa pulang
if you’re into it, disini juga disediakan jasa meramal daun teh gratis. tapi gue juga ga nyoba sih..
i’m not a tea person, jadi akhirnya gue tuker teh jadi kopi, kalo ga salah ice mocca sumtin’ gitu.
terang aja dikasih, wong kopinya lebih murah dari teh.. cemilan-cemilannya std aja sih, tapi ada beberapa yang enak, pie buah dan satu lagi yang entah apa dan lupa juga namanya apa
.:: island of the gods, day 3 ::.
hotel lobby
hari ketiga ini, my sis free jadi kita sewa mobil lagi, yang tujuannya tak lain dan tak bukan shopping. sayang supir yang anterin kita hari ini beda, dan ga seasik yang kemaren. yang ini pendiem banget tapi tetep baik sih orangnya siap nganterin keliling, walau kadang rutenya bolak-balik ga jelas. hehe..
fransiscus xaverius church
pertama, gue minta dianterin ke gereja fransiscus xaverius. pas hari pertama gue dah liat gereja ini dalam perjalanan ke discovery mall, tapi ga sempet mampir karena naik taksi dan dah sore juga. denger-denger sih ini gereja katolik terbaru di bali, dan gue liat juga ada beberapa taksi di parkiran, yang mungkin nganter turis yang mau mengunjungi gereja ini juga. selesai berdoa, ga lupa foto-foto interior gerejanya juga
up the steps
selanjutnya kita meluncur ke joger, dan ternyata walaupun masih pagi udah ruameee banget kaya pasar. kaos yang harusnya terlipat rapi di jejeran rak-rak udah tumpah ruah kemana-mana dalam kondisi amburadul. dan gue sih dah ga terlalu doyan sama joke-joke di kaosnya. tapi akhirnya dapet satu yang bisa diterima lucunya buat oleh-oleh bf. beli satu aja antrinya lumayan lama *swt*
next, pasar sukawati. sempet tidur juga di perjalanan, abis lumayan jauh sih
lumayan dapet beberapa oleh-oleh dan tentunya beberapa buat gue sendiri, walau harus dengan tawar-menawar sengit. itu salah satu yang gue ga suka dari belanja disini. kadang harus pake sewot dulu denger harga yang ga masuk akal. tapi kalo niat nawar, emang jatuhnya lebih murah dibanding toko-toko yang nawarin harga pas. nyari aksesoris murah, tapi ga terlalu banyak pilihan dan ga ada yang menarik hati. dan sebenernya gue naksir banget sama satu cermin, tapi ga kebayang harus nenteng-nenteng itu ke cabin, jadi menahan diri deh. kalo emang taun-taun depan kesini lagi dan tak tertahan, baru gue niatin deh gotong-gotong cermin ke jakarta
karena perut udah cukup lapar, maka kita pun meluncur balik ke area kuta, tepatnya ke flapjacks pancake house & homemade gelato yang sempet gue liat day 1. akhirnya kesampaian juga makan disini
yang pertama gue notice waktu pertama liat resto ini, yaitu jejeran mock up pancake dan aneka minuman di depan resto. kita pun masuk dan duduk di salah satu sudut restoran. restonya sendiri ternyata ga terlalu besar, tapi cozy banget setelah berpanas-panas di luar.
disodori buku menu, ternyata pilihan pancake dan waffle nya ga terlalu bervariasi. dan harganya pun tergolong mahal IMHO. setara gelare kira-kira, misalnya banana split, 100rb. untung gue ga suka pisang.. akhirnya gue pesen original waffle(25k) plus satu scoop gelato(18k). setelah pilih-pilih dan icip-icip, akhirnya gue pilih rasa ferrero rocher (yum!) sementara mom pesen gelato rasa duren. my sis pesen spaghetti aglio olio, yang menurut waiternya pedes, tapi ternyata ga pedes sama sekali. tapi tetep, yummy banget! original waffle nya disajiin sama semangkuk kecil maple syrup, plus gelato fererro rocher pesanan gue. bener-bener top! garing, manisnya pas, ga bikin eneg. bener-bener tanpa tuh gue abisin wafflenya. yum yum yum.. walau cukup mahal tapi worth every single penny! *jadi nyesel cuma makan sekali disitu*
spaghetti aglio olio
waffle + ferrero rocher gelato
untuk minumannya, mom pesen mango juice (27.5k) dan ini juga bener-bener top! gue sendiri share hot cappuccino ukuran besar (31k) sama sis. kesan pertama.. pait bangettttt! tapi justru bikin nagih.. puas banget makan disini, bahkan mom dan auntie yang bukan penggemar makanan terlalu manis-manis kaya begini bisa bilang enak dan puas. it’s that good! tempat ini gue deklarasikan sebagai a must-visit place in bali.
hot capuccino
the best mango juice in town
berseberangan dengan flapjacks ada pasar seni kuta. shopping lageee… kebanyakan tokonya ngasih harga awal yang bikin males nawar, tapi kalo dicari banyak juga yang nawarin harga yang masuk akal. keliatannya barang-barangnya juga lebih halus dari sukawati. akhirnya dapet beberapa tops dan dresses, juga gelang-gelang murah. menjelang sunset, gue sempet mampir ke pantai kuta, tapi cuma sebentar aja dan abis itu naik mobil.
mampir ke plengkung (lagi!) tapi kali ini kita bungkus aja buat makan di hotel. gue dan sis turun di cozy spa di daerah simpang siur buat memenuhi appointment full body massage selama 1.5 jam. note that gue bukan penyuka spa, massage dan sejenisnya. tapi karena hari itu gue lumayan pegel-pegel, jadi gue mengiyakan ajakan sis buat massage. dan menurut gue itu massage terenak yang pernah gue rasain! bener-bener relaxing sampe rasanya belum pengen bangun setelah 1.5 jam itu. huhu.. untung cozy juga ada di jakarta, walau agak jauh di bilangan jakarta selatan, tepatnya di gandaria. tapi ga apa deh sekali-sekali kesana. bener-bener worth it banget! sesuai sama motto cozy : pure bliss from head to foot. harganya juga murah banget, 90k buat 1.5 jam. semoga di jakarta harganya sama yak
pulang ke hotel, langsung menyantap pesanan di plengkung. gue pesen ayam bakar plus sambel yang ga pedes. walau sambel nya warna oranye tomat, tapi tetep dahsyat pedessss.
.:: island of the gods, day 2 ::.
taman gita terrace
hari kedua, breakfast di salah satu resto hotel, yaitu taman gita terrace. kalo duduk deket jendela bisa sambil menikmati pemandangan pond, gaden, pool dan jimbaran beach. sayang most days gue ga duduk deket jendela ![]()
untuk hari kedua ini, kita nyewa mobil (plus driver) buat nganter kita keliling-keliling. tujuan gue, first and foremost, yaitu eka karya botanic garden. entah kenapa gue tertarik banget buat pergi kesini. walaupun banyak orang bilang ga ada apa-apanya, dan jarang turis kesitu, dan bahkan supirnya juga sempet “memaksa” kita buat pergi ke pantai-pantai di daerah selatan bali, tapi gue tetep kekeuh sama pendirian gue
dan gue ga nyesel! walau harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke arah utara, walau garden nya ga seindah glasgow botanic garden, atau edinburgh botanic garden (geez, i can’t believe i haven’t written about this place). sedikit nyesel juga karena ga sempet ke karma kandara, but i’ve always loved gardens, and this one is no exception.
kumbakarna laga
melewati candi bentar, gerbang utama kebun raya, kita menyusuri ramayana boulevard, dimana terdapat beberapa patung. sempet foto-foto di patung paling besar yang dikelilingi parit kecil. asiknya, udara di daerah ini adem banget, walau matahari keliatan terik dan silau. senengnya supir hari ini, pak kade, selain supir, juga merangkap tour guide dan amateur photographer. gayanya selangit deh bagai fotografer handal
recommended buat para narcist! pak kade juga cerita tentang patung tempat kita foto ini, but i can’t, for the life of me, remember anything about it! hehe.. mungkin lebih baik langsung refer ke website nya aja. kalo ga salah sih patungnya namanya kumbakarna laga *sotoy*
kumbakarna laga
dua taman yang jadi atraksi utama di tempat ini yaitu cactus glasshouse dan orchid garden. rumah kaca yang menampung aneka jenis kaktus ini sebenernya ga terlalu besar, tapi not bad, karena gue juga belum pernah ke tempat seperti ini di indo. satu-satunya taman yang pernah gue kunjungi di indo yaitu taman bunga nusantara, di daerah puncak. kalo disana sih varietas bunga-bunga nya jauh lebih banyak daripada di bali ini. jadi pengen kesana lagi deh
back to the cactus glasshouse, disini terdapat beberapa jenis (walau tidak terlalu banyak) kaktus yang aneh, seperti kaktus yang seperti opa-opa, atau kaktus berduri pink.
taman kaktus
inside
taman aquatik
di depan cactus glasshouse ada yang namanya taman aquatik, danau kecil dengan beberapa tetumbuhan di dalam dan sekitarnya. amazingly small, karena pas gue baca info nya di web, gue sempet mengira danaunya lebih gede hehe..
orchid garden
di seberang cactus glasshouse, ada orchid garden, yang supposedly menampung lebih dari 400 spesies anggrek. apa daya, pas kita disitu, ga ada satupun yang berbunga. oh well. at least gue bisa menikmat kolam air mancuir kecil, air terjun dan kanopi nya
menyusuri kebun raya ini, dari salah satu puncak bukitnya, kita bisa menikmati pemandangan danau beratan yang terasa sangat adem di mata. selain itu terdapat juga “taman” mungil lainnya, seperti begonia dan rose garden yang sayangnya ga sempet gue kunjungi. all in all, tempat ini cukup layak dikunjungi kalau berkunjung ke bali.
ga jauh dari tempat ini, yaitu bedugul. sebenernya berharap dibawa ke sisi lain danau yang ada pura nya, sayangnya gue dibawa ke area penyewaan speed boat *swt*. ga minat, dan ga ada yang menarik sama sekali juga. jadi ya sekilas pandang aja. selain bedugul dan kebun raya, di daerah ini juga ada kebun strawberry, dimana kita bisa metik strawberry sendiri. bayangan gue paling sama seperti yang di bandung gitu kali ya. jadi gue skip deh.
lunch
selanjutnya kita meluncur ke tanah lot. dan makan siang disini. lupa nama tempatnya. yang jelas tulisannya hotel dan resto, walau gue juga ga ngeh dimana hotelnya. makan soto, yang ternyata beda banget sama soto di jawa. lebih mirip sop!
tanah lot
pura tanah lot
pura tanah lot sendiri ga berubah sama sekali, masih sama persis seperti bertahun-tahun lalu waktu gue kesini. bedanya, perasaan pasarnya jadi jauh lebih gede! kayanya dulu cuma sebaris pendek, sekarang jadi luas banget. tapi gue juga ga menemukan sesuatu yang menarik karena masih bertekad belanja di pasar sukawati
toko krisna
perhentian selanjutnya yaitu toko krisna yang sejalan dengan arah pulang ke hotel, yaitu di by pass ngurah rai. menurut gue, ini salah satu tempat yang cukup lengkap untuk urusan oleh-oleh bali, terutama urusan makanan seperti aneka kacang dan dodol bali *bahkan ada dodol rasa strawberry*. disini harga-harganya pas, jadi ga perlu tarik urat tawar-menawar, dan berdasarkan hasil survey gue, tergolong murah. tokonya juga luas, terang dan bersih. jadi situasinya mendukung semangat belanja hehe.. selain itu krisna juga memproduksi t-shirt dan pernak-pernik berbau bali dengan harga yang cukup terjangkau. lucunya, saat pembayaran belanjaan di kasir, akan dicatat juga nomor customer, yaitu nomor yang tertempel di stiker yang ditempelkan di baju kita sebelum memasuki toko ini. beberapa hari setelahnya gue baru tau, kalo toko oleh-oleh bali lain, seperti kampung bali dan kampung nusantara, juga memberlakukan sistem serupa.
ayam penyet & sambal teri plengkung
selesai belanja, masih ada waktu buat makan malem, jadi kita meluncur ke plengkung yang terletak di daerah kuta. kita sih tau tempat ini dari my sis yang pernah makan disitu. tapi dari info pak kade, ternyata tempat ini emang cukup terkenal di kalangan turis. resto sederhana ini punya spesialisasi makanan penyet-penyetan. kita pesen ayam penyet, sambel teri dan ca kangkung. minumnya gue pesen jus melon *uenyak*. makanannya juga enak-enak! walau gue bener-bener sampe nyaris menitikkan air mata karena kepedesan makan sambel penyet, walau dah minta sambel yang ga pedes. harga? murah! ayam penyet dibawah 15rb, jus sekitar 8rb..
.:: island of the gods, day 1 ::.
vacation is something i desperately needed, and since i had to cancel my trip to bali last year, i was feeling super excited about this one. unfortunately prior to the vacation, i was a bit ill, so i had to stuff myself with vitamins and medicine
i took off at 12 pm. unfortunately (or rather fortunately) i wasn’t flying air asia so i didn’t get a chance to step my foot on the new terminal. the flight was okay. they served lunch, but i was too full to touch it. i spent the majority of the flight sleeping
there was a fan despite the fact that the room was fully air-conditioned. cute!
after my arrival in ngurah rai airport, i got on the bus that was going to take us to the hotel. the hotel itself, intercontinental bali resort, was located only 20 minutes from the airport. really convenient. the hotel carries an obvious traditional balinese feel, which i didn’t mind at the least. pretty! the room was just okay, it was big enough for all of us, but there was nothing extraordinary, since my room “only” faced the gardens and not the beach
balinese dancer table lamp. love it!
view from the balcony
balinese soap and lotion
what i didn’t know at that time was the gorgeous pools and gardens, and the beach! i didn’t visit those areas until day 6 ( can you believe how foolish i was? in my defence, i got home quite late almost every night ). it was astonishing, breathtaking view as far as the eye can see ( more about it later! )
discovery mall
some lazing time, then off we went to discovery mall. traffic was quite horrific. but we got there at last, and searched for bin house. browsed the store for a while, but didn’t find anything that caught our attention, so we went to the food court for dinner. the food court wasn’t big, and there wasn’t much that piqued my interest. however, we decided to have sambel penyet, and chose one of the restaurants with the best food photos in the food court, singgah kudai. and i saw udang penyet on their menu. i never had udang penyet before, so i ordered that one ( one of the biggest mistakes of my life ).
singgah kudai
udang penyet
the food was actually okay. the chili sauce was extremely spicy. we sat at the terrace facing the beach, and regretting the fact that we didn’t have dinner at the restaurants closer to the beach.
beach view
we strolled around kuta area, browsing the shops, and i was seriously considering to have a second dinner when i saw flapjacks pancake house. but common sense took the best of me, and i walked pass it without looking back – after insisting my family to take me back there before vacation’s over.
we continued browsing the shops, fell in love head over heels with the uber cute dresses in oriental season boutique, but resisted myself from splurging. we walked, and walked, and suddenly i realized that my face itched! i was having an allergic reaction to the food i had for dinner. not a surprise, as i had experienced allergic reactions before. but this was different. this was the worst illness i have ever felt in my life. and i’m not joking. my face itched, i vomit, i had terrible stomachache ( and i mean TERRIBLE ). i had to let myself being wheeled to my room, and had the doctor came for a visit. words couldn’t describe how i felt that night. a really traumatizing experience. luckily i felt a lot better the day after! hahaha..
.:: off to bali ::.
in the next couple of hours, i’ll be on my way to bali, getting away from the real life for the whole week! yippie..
most likely, won’t update anything, except probably twitter. au revoir!
.:: bali, two years ago ::.

in the spirit of preparing my upcoming trip, i couldn’t help but reminisce my trip to bali two years ago. though it wasn’t the first time i ever step foot on the so-called paradise island, it was my first trip to bali with bf – though a very short one
day 1

we stayed at mercure hotel which was located in kuta area. i was lucky to have quite a huge room, the others got really small ones. teehee. my room overlooked the beach and the huge pond located in the centre of the hotel. as soon as i secured my suitcase, i ran outside and met up with bf, then we walked around the little shops surrounding the area. we walked and walked and walked until we finally stumbled on discovery mall. geez, it was quite far, and i was too tired to walk back to the hotel, we ended up renting a motorbike for the rest of our stay.
it was already past noon, and we had little time to get ready for our next activity. i took a quick shower and changed into our designated shirt and headed for the beach for the company games. a former colleague who now lived in bali took the liberty to show up – despite the fact it was working hours – to say hi to all of us. while bf and some other guys surfed and splish-splashed, i decided to stayed onshore, took pictures, chit-chat with the others, and had someone tatooed my hand (never would i ever do that again, even if it’s only temporary).
dinner was served on the hotel restaurant, not too spacious but comfortable. food was so-so. after dinner, before anyone could suggest more games, i took off with some of my colleagues with the intention of exploring the city ourselves.
just when we stepped into the lobby, it was raining! hard! what an unfortunate time. so we waited. and waited. and waited. the rain kept pouring down. but at least it had turned into a drizzle. we then ran into the nearby mcd, and enjoyed some mcflurry. the rest of the night was spent on the lobby settee, chit-chatting with the others until my eyes couldn’t take it anymore. some of my colleagues went to 66, but exhaustion had taken the better of me and i refused to go.
day 2
we rented a car on this second day. we had no plan whatsoever, so we just let the driver arranged our tour. first stop was the monkey forest. of course i wouldn’t dare coming into the place. i’d rather spent my time shopping in the nearby shops while the others went in. we had lunch at a nearby restaurant, and i ordered spaghetti. it tasted really bad
next, we drove to sukawati, and spent time shopping for souvenirs and gifts. despite the fact that my companions were all male, they were actually quite eager when it came to shopping. hehe.. i myself bought lots of balinese sandals. and other things as well
we asked the driver to drive us to joger, but he “accidentally” forgot. as all of us were asleep, no one noticed it until we reached the hotel.
after shower, we then walked to for the costume party! it was hillarious. snow white, zorro, terminator, vampires, lara croft, and even obelix and dora the explorer.
day 3
bf and i went to joger (and the surrounding shops), bought more gifts and went back to return the motorbike. we walked back to the hotel, and bf had to go on the bus as his flight was earlier than mine. i met up with a colleague and walked around kuta, did some shopping then had lunch at waroeng made, then did more shopping, and practically ran back to the hotel as our colleagues had called zillions of times when it was time to leave for the airport
we didn’t visit as many tourist spots as i wished to, but i had a lot of fun bonding with my colleagues.




